Beranda > Uncategorized > Bagaimana Nasib Bali??

Bagaimana Nasib Bali??

Hai sobat blogger, giaman neh kabar kalian?? moga-moga baik aja..

pada kesempata ini saya hanya ingin mengungkapkan unek-unek yang ada dihati saya tentang bagaimana Bali nantinya..

saya lahir ditabanan dan sempat tinggal di singaraja dan akhirnya menamatkan SMA di Badung( bukan badung yang berkonotasi nakal, tapi kabupaten). dan sekarang melanjutkan ku’Liah di jogja. kemarin waktu libur semester genap aku pulang kebali, kepangkuan ibu pertiwi dan pangkuan ibuku( udah gede masih seneng dipangku). aku pulang naik kuda sambil bawa beling yang banyak(manknya kuda lumping), ya enggaklah.

aku pulang naik bus, biar murah. dan sesampainya dibali.

kurasakan ada yang berbeda,  karena waktu dlu pulang liburan semester ganjil BALI TIDAK SEPANAS SEKARANG waktu liburan itu.

entah apa yang terjadi dengan Pulau Dewata sekarang. padahal aku pulang ingin menikmati indahnya dan sejuknya pulau seribu pura tersebut ternyata yang kudapatkan adalah panas dari matahari yang sangat-sangat menyengat dan asap knalopot kendaraan yang membumbung hingga langit ketujuh. karena hal tersebut aku jadi malasa untuk keluar rumah(tapi kalo mandi tetep, malas..). ada satu hal yang membuat aku sedikit heran, berapakah peningkatan kendaraan dan peningkatan jumlah orang yang ada dibali? sampai sepesat itukah peningkatan itu terjadi.  mungkinkah pemerintah daerah sudah tidak peduli dengan keadaan yag seperti sekarang?? coba saja lihat (jika anda dibali), dari jalan by pass sampai simpang siur biasanya macet dari jam 3 samapai malam. apakah yang menyebabkan hal tersebut??(bukan siKomo lewat ya) tapi  karena semakin lama semakin banyak penduduk di bali yang telah memiliki kendaraan roda Empat(Becak… becanda,mobil maksudnya) dan yang jadi masalah biasanya setiap rumah memiliki mobil lebih dari 2. coba bayankan apabila ada 2000 rumah yang setiap rumahnya ada 2 mobil, ada berapakah jumlah mobil yang ada dibali( ada banyak Pak guru) yang lalu lalang setiap hari?. menurut aku sich, kenapa ga diberlakukan aja jamu ntuk menggunakan kendaraan. misalnya, kendaraan roda 4 hanya boleh digunakan dari jam 16.00 sampai selesai, dan berrangkat kekantor menggunakan sepeda, bukankah hal kecil seperti itu akan membuat sesuatu yang besar dikemudan hari, atau tinggal membuat halte-halte bus di titik pusat kota supaya aksesnya lebih mudah dan biayanya juga relatif murah. budayakan hal-hal kecil yang seperti itu.

jadi, mari kita orang-orang bali belajarlah dari yang sudah tua. ” Jangan lakukan apa yang kau dengan dari orang lain, tapi dengarkanlah dan lakukan apa yang menurutmu baik” : Warren Buffet

tunggu postingan selanjutnya ya..

capek neh..

salam olahraga..

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: