Beranda > Uncategorized > Studi Kasus Kegagalan Migrasi Sistem Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia 22 November 2010

Studi Kasus Kegagalan Migrasi Sistem Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia 22 November 2010

Nama Anggota Kelompok :
1. Miftah Fahmi F (07520241014)
2. Safetyo Pambudi (08520241009)
3. Adi Setiawan (08520241012)
4. I Wayan Deta A.A (08520241019)
5. Fajar Kurniawan (08520241021)
Studi kasus yang dibahas disini merupakan studi kasus yang diberikan dalam mata kuliah Sistem Keamanan jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 24 November 2010.

Pertanyaan :

1. Bagaimana membangun sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi yang handal untuk kasus Garuda? (Secara General)

2. Sisi operasional dan logistic untuk kasus migrasi sistem, lantas bagaimana sistem migrasi yang aman?

3. Sisi marketing, bagaimana memperbaiki hancurnya image karena sebuah kegagalan sistem?

Jawaban :

 

1. Tentang membangun sistem TIK yang handal untuk kasus Garuda Indonesia :

a. Melakukan perancangan sistem komputerisasi secara mendetail sehingga tugas dari masing-masing subsistem terbagi secara merata.

b. Buat subsistem-backup untuk masing-masing subsistem agar dapat melakukan proses backup secara berkala.

c. Tingkatkan level keamanan baik sisi hardware maupun sisi software.

d. Melakukan pembagian tugas operasional pengelolaan sistem komputer secara jelas dan terjadwal rapi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama sistem komputer beroperasi.

 

 

2. Tentang sisi operasional dan logistic kasus migrasi sistem :

a. Sebelum melakukan proses migrasi sistem :

i. Melakukan proses uji coba sistem yang baru secara keseluruhan dalam jangka waktu tertentu (untuk kasus Garuda, uji coba sistem telah dilakukan selama 3 bulan sebelum dilakukan proses migrasi yang sebenarnya).

ii. Melakukan uji kelayakan jangka panjang dari sistem baru yang sedang dikembangkan.

iii. Melakukan sosialisasi pada semua pengguna sistem mengenai SOP dari sistem baru yang akan segera diimplementasikan.

 

b. Setelah melakukan migrasi sistem :

i. Mengamati aktivitas sistem baru

ii. Melakukan backup secara berkala untuk meminimalkan kegagalan data.

iii. Jika ditemui kesalahan sistem, hentikan operasional yang bersangkutan atau ganti dengan sistem lama untuk sementara selama dilakukan pembenahan.

iv. Ulangi step (i-iii) diatas sampai didapatkan sistem yang stabil dan sesuai project yang ditetapkan.

 

3. Tentang sisi marketing, bagaimana memulihkan citra / image yang hancur akibat kesalahan sistem komputerisasi :

a. Membenahi dan meningkatkan fasilitas dan service.

b. Membuka layanan suara konsumen untuk menampung aspirasi yang diinginkan oleh konsumen.

c. Langkah terpentingnya adalah publikasi pembenahan sistem komputerisasi yang baru kepada masyarakat luas, dan meyakinkan public bahwa sistem komputerisasi yang baru sudah bisa mengatasi permasalahan yang ada sebelumnya.Langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan konsumen.

d. Langkah berikutnya adalah tetap mempertahankan mutu pelayanan setelah implementasi sistem komputerisasi baru. Misalnya dengan jadwal penerbangan yang selalu on time sehingga kepercayaan masyarakat konsumen tetap terjaga.

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: